Pondok Herbal Indonesia

Your Shopping Cart




Keranjang anda masih kosong.

   

You are here: Home Artikel Artikel Kesehatan Kanker Serviks Sembuh Berkat Ekstrak Keladi Tikus
Kanker Serviks Sembuh Berkat Ekstrak Keladi Tikus

oleh:

Dwi Ranny Pertiwi

(Direktur CV. VERMINDO INTERNASIONAL)


Selama ini banyak wanita mengobati kanker serviks yang dideritanya dengan cara operasi ataupun radioterapi. Budget yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Cara tradisional menggunakan ekstrak keladi tikus, rumput mutiara dan kunir putih mujarab mengatasi penyakit mematikan ini. Jika rutin dilakukan, dalam 2-3 bulan kanker serviks dapat sembuh.


Penyakit kanker leher rahim/kanker mulut rahim/kanker serviks menurut World Health Organization (WHO) menduduki peringkat teratas kematian perempuan di dunia.

Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15 ribu kasus dan sebanyak 8 ribu kasus berakhir dengan kematian. Data WHO menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia.

Serviks merupakan bagian ujung bawah rahim yang menuju ke vagina. Berawal dari leher rahim, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh. Kanker ini muncul seperti musuh dalam selimut. Kanker ini sulit sekali dideteksi hingga penyakitnya telah mencapai stadium lanjut. Sekitar 90-99% kanker serviks disebabkan human pappilomavirus (HPV). Virus ini menyebar melalui hubungan seksual, terutama jika sering bergonta-ganti pasangan. Penularan virus ini terjadi karena transmisi organ genital ke organ genital, organ ke genital maupun secara manual ke genital. Semakin muda melakukan hubungan seksual, maka resiko terkena kanker serviks semakin besar. Faktor lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama dan memiliki riwayat keluarga penderita kanker.

Obat Typok. Obat-obatan herbal yang mengandung ekstrak keladi tikus bisa dijadikan obat kanker. Menurut Dr. Prapti Utami, herbalis dari klinik Evergreen, keladi tikus termasuk keluarga keladi/talas, memiliki getah yang gatal, bentuk daunnya agak kecil dibandingkan tanaman talas dan bunganya seperti ekor tikus. Keladi tikus yang dijadikan obat idealnya usia tanaman 3-4 bulan.

Obat herbal yang menggunakan ekstrak keladi tikus adalah obat TYPOK yang diproduksi oleh CV. VERMINDO INTERNASIONAL. Setiap 500 mg kapsul Typok, mengandung campuran ekstrak yang terdiri dari 150 mg Typonium flagelli forme/keladi tikus, 120 mg Hedyotis corymbosa/rumput mutiara, 125 mg Curcumae manggae rhizoma/kunir putih, 50 mg Alli sativis bulbus dan kandungan lain hingga 500 mg.

Dikatakan Dwi Ranny Pertiwi direktur CV. VERMINDO INTERNASIONAL, obat herbal Typok diramu dan diolah khusus untuk mengatasi/mengobati berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar (rectum), liver, prostat, ginjal, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukimia/darah, empedu, pankreas dan hepatitis, serta kanker leher rahim (serviks)/kanker rahim.

Selain kanker, Typok juga dapat mengurangi dan menghilangkan efek samping kemoterapi dan radiasi seperti rambut rontok, kulit kusam (rusak), mual, tidak nafsu makan serta mengeluarkan racun narkoba dalam sel darah dan membunuh sel-sel kanker sejak stadium awal. "Mekanisme kerja Typok adalah memerangi, menghambat dan mematikan pertumbuhan sel-sel kanker, meredakan rasa sakit akibat serangan kanker yang menggerogoti organ-organ tubuh serta merangsang pertumbuhan antibodi", papar wanita yang akrab disapa Ranny.

Stadium awal hingga kronis. Ranny mengklaim obat herbal Typok bisa mengatasi kanker dari stadium awal hingga kronis. Proses kerjanya, keladi tikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs, Protein Toksin yang mampu menghambat sintesis protein), memotong RNA dan DNA superkoil untai ganda menjadi nick cercular-lingkaran seu-dan linier. Bila sintesis protein terhambat, maka otomatis perkembangan sel kanker juga terhambat. selain itu, ekstrak keladi tikus mengandung alkaloid, triterpenoid dan lignan (Polyfenol), antioksidan dan anti kurkumin.

Keladi tikus, tambah Dr. Prapti memiliki sifat yang membuat sel-sel di dalam tubuh menjad sehat. Dalam sebuah penelitian di Amerika menunjukkan keladi tikus dapat merangsang sel kanker atau apoptosis (membunuh sel kanker sendiri). Karena sifat itulah, zat yang terdapat di dalam keladi akan masuk ke dalam inti sel kanker dan membuat inti selnya itu hancur secara bertahap. "Tapi keladi tikus tidak bisa berdiri sendiri, harus dicampur dengan bahan lain", ujarnya. Kata Dr. Prapti sangat ampuh terutama untuk stadium 1 dan 2.

Mual dan gumpalan darah. Obat herbal Typok diminum sesuai dengan stadium kanker yang diderita. Untuk stadium 1 dan 2, obat herbal Typok diminum 2x2 kapsul perhari, sementara untuk stadium 3 obat ini diminum 3x2 kapsul perhari. Setelah minum, pasien akan merasakan mual, sebagai reaksi dari obat terhadap kankernya. 2 hari setelah konsumsi, kemungkinan ada gangguan pencernaan, diare, feses hitam dan tubuh terasa letih. "Setiap orang tidak akan sama rasa mualnya. Ada juga pasien yang minum obat herbal Typok, tetapi tidak merasakan mual sama sekali", kata Ranny. Terkadang ada juga pasien yang muntah setelah minum kapsul. Jika demikian, sebaiknya penggunaan kapsul dihentikan. Setelah membaik, pasien dapat minum obat kembali dengan mengurangi jumlah kapsulnya.

Untuk kanker leher rahim, setelah minum obat akan timbul reaksi berupa gumpalan-gumpalan darah yang keluar dari vaginanya seperti orang keguguran. Umumnya dalam 2-3 minggu akan keluar terus rembesan darah, tetapi obat tetap harus diminum hingga 2-3 bulan kemudian. Prosesnya bertahap dan semakin lama rembesan darah akan semakin berkurang. Setelah 2-3 bulan pemakaian hasilnya akan dirasakan pasien akan sembuh. Setelah itu pasien dianjurkan untuk minum obat herbal typok ini satu kapsul perhari untuk pencegahan. Harga obat Typok Rp. 100 ribu per pieces dengan isi 30 kapsul, 66 gr.

Obat herbal Typok sangat aman digunakan, karena produk ini legal dan terdaftar di BPOM. Meski demikian, wanita hamil tidak dianjurkan minum obat ini. Selama menjalani terapi anda dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat. Selama dalam terapai, pasien tidak dianjurkan minum minuman beralkohol, bersoda, mengandung pewarna dan perasa sintetis, rokok, tapai, es, makanan yang mengandung vetsin (MSG), makanan pedas, jeroan, nanas, durian, nangka, gorengan, kecambah dan sawi hijau. "Yang penting pantangan makanannya tetap dijaga, karena pantangan makanan itulah yang menjadikan kanker bertambah besar", papar Ranny.

Dianjurkan Dr. Prapti sebaiknya obat keladi tikus tidak diminum saat pasien menjalani kemoterapi. Pasalnya kemoterapi juga memberikan efek mual. Selain itu, minum obat herbal yang mengandung keladi tikus, tidak dianjurkan diminum dibarengi dengan obat kimia. Minum obat herbal satu jam sebelum makan agar tidak tercampur dengan makanan dan terserap sempurna.


Dikutip dari: TABLOID INFO KECANTIKAN

EDISI 10 >< TH I >< 30 JULI - 12 AGUSTUS 2010

Addthis
 

DAFTAR PRODUK


Daftar Semua Produk


Pencarian Tipe Produk

Kalender Digital

«  September 2014  »
MTWTFSS
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 

Get Adobe Flash player
transfer pembayaran.gif